MANFAAT BERAS MERAH SEBAGAI PENUNJANG KESEHATAN BAYI

Oleh:Bayu Kusumah

 Abstrak

Beras merupakan sumber pangan asli orang Indonesia, cukup banyak jenis beras yang ada seperti beras putih, beras ketan, beras merah juga beras hitam. Seperti beras merah ternyata banyak sekali manfaatnya dan banyak sekali mengandung nilai gizi terutama bagi bayi sebagai sumber nutrisi penunjang kesehatan.

Pendahuluan

Masa bayi merupakan periode emas. Artinya, masa tersebut adalah peluang bagi orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui pola asuh makan. Kesehatan bayi sangat ditunjang dari makanan yang menjadi asupan bagi bayi. Oleh karena itu, setiap ibu hendaklah memperhatikan makanan yang menjadi sumber nutrisi bayi. Salah satu makanan yang baik untuk bayi adalah beras merah. Karena beras merah memiliki kandungan beragam zat penting untuk nutrisi bayi yang baik untuk dijadikan asupan penunjang kesehatan bayi.

Beras

Beras secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari aleuran yaitu lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit. Endosperma, yaitu tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan embrio yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras. Ternyata dalam satu butir beras mayoritas didominasi oleh pati (sejenis polisakarida yang mengandung amilosa dan amilopektin) sebanyak 80-85%. Beras juga mengandung protein, vitamin, mineral dan air. Beras mempunyai berbagai jenis warna, yang timbul secara genetik karena perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1-1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50-100 cm dan lebar 2-2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5-12 mm dan tebal 2-3 mm.

Jenis Beras Berdasarkan Warna

  1. Beras Putih

Berwarna seperti transparan disebabkan akibat hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Jenis beras inilah yang sering kita makan dan merupakan komoditi beras yang paling banyak mengisi pasar.

  1. Beras Merah

Beras ini menjadi berwarna merah gelap karena memiliki aleuron yang mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.

  1. Beras Hitam

Beras ini merupakan beras yang sangat langka, hal ini disebabkan oleh aleuron dan endospermia yang memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.

  1. Beras Ketan

Beras ini bentuknya seperti beras putih, tidak transparan, hampir seluruh patinya merupakan amilopektin. Sedangkan ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam. Dari berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras berwarna merah atau beras merah ternyata diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib pada waktu itu dipercaya memiliki kandungan medis yang bisa memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Apabila dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah, tetapi hasil analisa menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih, dimana beras putih menghasilkan 349 kalori, sementara beras merah menghasilkan 353 kalori. Unsur gizi lain yang terkandung pada beras merah adalah fosfor dan selenium. Selenium adalah elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida bisa berfungsi sebagai radikal bebas yang mampu meluruhkan asam lemak tidak jenuh dalam tubuh yang sudah terkenal sebagai penyebab penyakit berbahaya seperti kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Ini membuat beras diyakini mampu membantu manusia mengobati kanker. Selain itu, beras merah ternyata banyak sekali manfaatnya dan banyak sekali mengandung nilai gizi terutama bagi bayi sebagai sumber nutrisi penunjang kesehatan.

Kebutuhan Makanan Bayi

Pada bulan pertama kehidupan bayi, air susu ibu (ASI) adalah makanan dan minuman yang paling sempurna. Selanjutnya secara berangsur komposisi ASI berubah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bayi. Selama empat bulan, jumlah ASI yang diminum bayi tidak berubah namun, kandungannya selalu berubah sesuai dengan kebutuhan gizinya. Bayi yang menyusu ASI biasanya lebih mudah menerima makanan padat dibanding bayi yang menyusu botol, ini dikarenakan bayi sudah terbiasa pada rasa dan aroma yang berbeda-beda dalam ASI ibunya. Selama empat sampai enam bulan pertama ASI mengandung semua bahan gizi yang dibutuhkannya. Namun setelah usia enam bulan, bayi membutuhkan makanan padat untuk memberinya energi, protein, vitamin, dan kebutuhan lainnya bagi pertumbuhan bayi. Selain ASI, bayi membutuhkan bahan makanan lain seiring perkembangan tubuhnya. Pada saat itu bayi mulai kurang berminat untuk menyusu ASI. Bayi berhenti mengisap setelah beberapa menit menyusu atau mencoba untuk duduk dan melihat ke sekelilingnya setelah beberapa kali mengisap. Bila anda makan, ia tampak berminat pada apa yang anda makan dan memperhatikan anda menyuapnya, bahkan ia mencoba mengambil makanan dari piring. Semua bayi tumbuh sangat cepat sehingga membutuhkan makanan ekstra untuk membantu pertumbuhannya. Karena ASI bekerja sesuai persediaan dan permintaan, bayi ASI pada masa pertumbuhan ini membutuhkan lebih banyak makanan dan lebih sering. Saat terbaik memperkenalkan makanan padat pada bayi adalah setelah usianya empat bulan, ketika bayi tumbuh cepat dan ingin lebih sering menyusu, karena nafsu makannya bertambah besar. Laju pertumbuhan anak sesuai dengan porsi dan kelengkapan gizi yang dikonsumsinya. Laju pertumbuhan anak yang normal dapat dibaca dari rutinnya kenaikan berat badan. Anak mencapai berat badan idealnya apabila porsi makan hariannya memadai. Itu yang dinilai sebagai tergolong seimbang gizinya, dan lengkap pula zat gizi yang disantapnya. Zat gizi menu harian dinilai lengkap bila memberikan seluruh kebutuhan zat gizi tubuh. Ada sekitar empat puluh limaan zat gizi yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Separuhnya harus datang dari makanan, karena tubuh tak mampu membuatnya sendiri. Kita menyadari kalau tubuh membutuhkan lebih dari sepuluh jenis asam amino khusus selain asam lemak yang keduanya tergolong esensial. Kekurangan satu atau lebih bahan esensial tersebut akan mengganggu pertumbuhan anak. Oleh sebab itu, menu anak perlu disusun, agar semua zat gizi yang dibutuhkan, terlebih zat gizi esensialnya lengkap tersedia. Termasuk kelengkapan kandungan vitamin dan mineral. Beras merah untuk bayi merupakan salah satu jenis makanan yang sangat baik bagi perkembangan anak. Sebagai orang tua terutama ibu yang memperhatikan dan care terhadap perkembangan, kesehatan dan asupan nutrisi anaknya, pasti akan sangat teliti dalam menentukan makanan yang bergizi dan sehat bagi si kecil. Karena kesehatan bayi sangat dipengaruhi dari asupan makanan yang dikonsumsinya. Beras merah mengandung elemen yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Berbagai macam zat penting tersebut sangat baik sebagai penopang kesehatan bayi.

Kandungan dan Fungsi Beras Merah untuk Bayi

Kandungan yang terdapat dalam beras merah diantaranya adalah vit. B1, B6, B12 relatif cukup tinggi, mengandung mineral, mengandung serat, mengandung zat besi, mengandung zat tiamin, serta mengandung zat fosfor, dan lain-lain. Semua kandungan tersebut sangat bermanfaat terhadap perkembangan dan pertumbuhan bayi. Adapun fungsi beras merah untuk bayi adalah sebagai berikut:

  1. Kandungan vit. B1, B6, dan B12 yang terdapat pada beras merah berfungsi untuk meningkatkan pembentukan tenaga atau energi dalam sel tubuh si bayi.
  2. Kandungan mineral yang terdapat dalam beras merah sangat baik terhadap pertumbuhan tulang, gigi, otot dan rambut bayi.
  3. Kandungan serat sangat baik bagi pencernaan si bayi.
  4. Kandungan zat tiamin berfungsi untuk membantu perkembangan sel saraf dan jantung si bayi.
  5. Kandungan zat fosfor dalam beras merah berfungsi membantu perkembangan rangka si bayi.

Selain beberapa fungsi sebagaimana yang telah disebutkan di atas, ada beberapa manfaat lain dari beras merah untuk bayi diantaranya yaitu :

  1. Dalam beras merah itu terkandung zat tepung yang dapat meningkatkan fungsi serotonin jaringan otak pada bayi. Serotonin ini berperan mengatur kangtuk si bayi, hal yang dirasakan adalah bayi akan lebih teratur pola tidurnya.
  1. Kandungan yang terdapat dalam beras merah stabil, dan hal ini berpengaruh terhadap rasa lapar bayi, dimana bayi tidak mudah merasa lapar. Sehingga bangun malam karena lapar tidak akan terjadi.
  1. Beras merah untuk bayi juga akan mampu mencegah terjadinya sembelit pada bayi. Sembelit sering dialami oleh anak bayi, karena bayi cenderung kurang banyak minum air serta kurang suka mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Karena itu kandungan serat yang tinggi pada beras merah sangat bermanfaat bagi bayi.
  1. Beras merah dapat mencegah gejala penyakit asma. Dimana kandungan magnesium pada beras merah mampu memperlebar otot-otot pada saluran pernafasan bayi.

Penutup

Asupan makanan yang dikonsumsi oleh bayi sangat berpengaruh terhadap perkembangan pertumbuhan serta kesehatan bayi. Oleh karena itu bayi membutuhkan asupan makanan yang baik bagi tubuhnya, salah satunya dengan mengkonsumsi beras merah yang memiliki kandungan-kandungan yang terdapat dalamnya seperti vit. B1, B6, B12 yang relatif cukup tinggi, mineral, serat, zat besi, zat tiamin, serta zat fosfor yang sangat diperlukan oleh bayi.  

Daftar Pustaka

Nadesul, Handrawan. 2007. Makanan Sehat Untuk Bayi. Jakarta : Kawan Pustaka. Rakyat, Dian. 2009. Makanan Sehat Untuk Bayi Dan Balita. Jakarta : PT. Dian Rakyat. Soetjiningsih, DSAK. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here